|
Adonan Pengikat:
350 ml santan encer
20 gr tepung ketan
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
|
Bahan Aron:
250 gr beras ketan direndam (sekitar 3 jam), tiriskan, lalu kukus
100 ml santan kental
1 sdt garam
Bahan Isi:
100 gr kelapa parut
2 lembar daun jeruk
1 sdt gula
25 gr bawang goreng
25 gr ebi, rendam, tiriskan, haluskan
Bumbu dihaluskan:
3 buah cabai merah
1 sdt irisan kunyit
4 sdm irisan bawang merah
4 sdm irisan bawang putih
1 sdt garam
1 sdm ketumbar
Adonan Telur:
6 butir telur ayam
6 sdm tepung ketan
6 sdm santan
1/2 sdt garam
|
Cara Membuat:
- Aron: Kukus ketan sampai setengah matang (sekitar 15 menit), siram dengan santan, tambahkan garam. Aduk rata. Sisihkan.
- Isi: Campur bumbu halus dengan kelapa parut, daun jeruk, ebi dan gula. Sangrai hingga kering. Beri bawang goreng. Angkat, sisihkan
- Adonan Telur: Pecahkan semua telur. Tambahkan ketan, santan, dan garam. Aduk rata, sisihkan
- Adonan Pengikat: Campur semua bahan menjadi satu, lalu masak sambil diaduk-aduk hingga mendidih. Angkat, sisihkan
- Penyelesaian: Ambil wajan dadar teflon kecil (diameter 12 cm). Beri 4 sdm adonan telur, 1 sdm adonan ketan. Ratakan. Masak hingga matang dan bisa dibalik.
Balik, setelah matang angkat. Beri adonan pengikat, kemudian beri adonan isi, lalu lipat.
- Hidangkan hangat
- Untuk variasi isi bisa ditambahkan irisan keju, nugget ayam, ikan sarden, dan lainnya sesuai selera
Sumber: Kompas atau Republika - Yayasan Gizi Kuliner(?)
untuk 20 buah. 1 buah = 105 kalori
Kalau susah, ya kita tunggu PRJ saja
Kerak telur gaya tradisional di sini
|