| Read Me. Baca Dulu, ya |
atau Google isi website ini (web ya, Nak, bukan blog :))
Your Sponsor Message
But you'll see not all recipes listed here are cholesterol and junk-food free. Ya, sekali-kali :-D |
|
Pengumuman... Pengumuman... Pemilik rumah baru balik mudik lebaran. Tebak oleh-olehnya? Kalau pempek sih no brainer. Ya, jelas, masih di-stock di freezer, hehe. Neah, oleh-olehnya adalah ditemukannya kembali koleksi resep Kartini yang gua kumpulkan sejak gua kelas 1 SMP sampai lulus SMA. Ceritanya waktu gua berangkat ke Bandung, semuanya gua tinggal. Selesai kuliah dicari-cari kok nggak nemu ya. Eh, pas lebaran tadi malah nggak sengaja ketemu. Semuanya ditimbang lebih dari 2 kilo. Ah, benar-benar harta karun :-) Nah, masalahnya sekarang gua sudah kuliah lagi. Kapan dong ngupdate-nya? Huh-huh-huh. Kita curi-curi waktu pas wiken sama libur Desember saja ya! Nggak sabar... Di sana ada resep kue lumpang, salah satu kue kesayangan gua. Duh, terharu. Siapa yang merasa nanya... Kerak tleur cara kuno
Ada, ada! Bagian dari resep harta karun gua :-D Gambarnya ntar ya di-scan. Klik di sini buat sambel terasi yang enak giman ya? Ada 2 resep. Pilih sendiri. Satu pakai bawang, satu lagi nggak. Biar enak? Ya tunggu saja balik kerja kelaparan, apa saja jenis sambalnya pasti dihabisin. Enak, enak :-P~~~
Resep 1. Sambal Terasi Resep 2. Sambal Terasi atau lihat di resep Sayur Bening Bayam Timun punya resep bownies kukus yang enak ga? kayak brownies amanda tuh...
Waktu brownie Amanda terkenal tahun 2001, saya mah udah diusir keluar Bandung :-)
Ini nih: cheese stick, kaastangel (batang keju), kue mangkok selai nanas, nastar, schuimpjis, kacang telur, lidah kucing, kue havermut, sagu keju, chocolate cookies, Kattetong, Kacang Telur Manis Pedas, Kue Coklat Havermout, Pretzel Rempah, dan Goreng Kacang Mede. Sudah ya, bosan lihat kue kering terus. Mending makan pempek siang malam, hehehe <== mentang-mentang mau mudik Lebaran ke Palembang. Resep kue kering lain bakal ditambah kalau ada permintaan. Ya, ada demand, ada supply :) |
|
Hello, this is my recipe collection, taken from some
of Indonesian woman magazines or recipe books of mine. Most are Indonesian
recipes and written in Indonesian. I haven't asked for real permission from the publisher of these recipes. But most of Indonesian recipes are public recipes. It means if you ask your neighbour-mother-friend, most likely they have heard of it. Feel free to take whatever you find interesting. The rule is only one, don't make it for commercial usage (otherwise please read this homepage's disclaimer again). It's however advisable for you to buy the books if available. You can try to order from Gramedia too. Some online woman-magazines have recipe page with recipe from their current magazine edition. Can I copy it too? How about old printed recipes on magazine? Do they have copyright? Copying software which is not open-source is illegal. Not sure about recipe. But for sure I won't write KFC chicken recipe here. Because I don't know! :) Is the recipe for pound cake is copyrighted? If the copyrighted item for recipe is the photo, well, I know some newspapers use photos with small source printed at the bottom. Or, I could simply modify scanned image, and claimed it to be my own (if I am that bad... you know, I ain't :))
Umm, let me sleep on that, you just cook!
|
Tentang Resep-Resepnya
|
|
Waktu masih kuliah di Bandung, bawaannya langganan kantin Salman dan tukang jual makan lain yang semuanya murah! (Empat tahun setelah lulus, makan di kantin Salman, mbak-mbak-nya masih ingat!) Coba bayangkan, pecel lele yang enak itu ditambah sepasang tahu, hanya 3500 perak di Bandung. Ayam2 tak berbusana di gerobak ayam bakar Dago. Hmmm, sedap. Makanya jadi malas masak kan? Alasan! Tapi gua bukan orang Sunda. Gua orang Palembang dan berkewajiban melestarikan budaya daerah. OK, jadinya, di sini banyak resep masakan Palembang. Ada bolu 8 jam, ada pempek dengan segala derivasinya, ada masuba, ada lapis koja, burgo, dll. Di Jakarta dulu, sehari2 sukanya melestarikan budaya leluhur dengan makan pindang patin. Dimasak sendiri. Enak, murah, dan membuat pinter ;-) Sekarang sih masih ada mackerel (kembung gede), tilapia (ikan mas), bandeng, sarden, trout, dan (bentar, ingat-ingat dulu barisan ikan di tukang ikan di pasar. Tukang ikannya di situ, udang di situ, cumi di situ, eh...)) Yang di sini, kebanyakan resep yang sudah pernah dicoba ternyata lumayan enak. Dengan unsur sugesti ditemani nasi putih hangat, suasana senja menjelang malam, Ella Fitzgerald musik, dan perut yang kelaparan setelah mencari sesuap nasi seharian... :) Di rumah ada satu kotak koleksi resep. Buku, kliping resep di koran, majalah, tabloid. Gabungan resep Indonesia dengan resep barat yang tidak ada bumbu-bumbunya itu. Rajin masak tiap hari, kecuali kalau persediaan di kulkas masih ada. Tidak akan terbiasa makan yang dingin2 dan hambar. Dari SD sudah bisa buat bolu cake (jangan tertawa kamu, memang itu namanya), dan aneka kue bolu dengan agar2. Jaman kuliah, belajar masak lauk sedikit2. Cuma sedikit, waktunya dialokasi ke cara mencari sesuap nasi setelah lulus. Dua-tiga tahun setelah lulus mulai belajar menu lengkap. Masa2 tragis, mengira fish and chips menu dari hotel itu sedemikian susahnya, padahal ya cuma ikan dibalur terigu. Sekarang 7 tahun setelah lulus, Alhamdulillah, sudah nggak oneng-oneng amat masaknya :) Lalu, kenapa harus online? |
Lain-lain yang tidak penting
|
|
- Memasak itu menyenangkan. Cuci piring sih tidak... |